Kaminarimon, Simbol Kuil Asakusa

Kaminarimon, Simbol Kuil Asakusa

Kaminarimon, Simbol Kuil Asakusa

Di sini tempatnya ketika kita menyebutkan Asakusa! “Kaminarimon” (gerbang ‘kaminari’ = petir) sering disebutkan dalam buku-buku guide dan tour perjalanan. Pernah terbakar di tahun 1835 dan hampir 100 tahun terbengkalai, baru kemudian dibangun kembali di tahun ke-35 era Showa atau sekitar tahun 1960 (era Showa dimulai ditahun 1926), sampai sekarang bentuknya tetap sama.
Kaminarimon

Nama resmi dari gerbang ini adalah “Furaijinmon”. Agak kabur jika dilihat dari gambar, tapi sebenarnya di sisi kanan terdapat patung dewa angin “Fujin” dan di sisi kiri terdapat patung dewa petir “Raijin”.

Tentu yang paling mencolok adalah lampion raksasa yang berwarna merah ini. Tetapi ukiran naga yang terdapat di dasar lampion juga sangat menarik perhatian. Setiap 10 tahun sekali, kertas dan kerangka lampion ini diganti, hanya bagian ini saja yang sejak dibangun kembali sampai sekarang dibiarkan tetap sama. Anda dapat melihat ukiran itu dari jarak dekat, bahkan Anda boleh menyentuhnya.

Di sisi sebaliknya dari patung dewa angin dan dewa petir, terdapat patung dewa naga emas “Kinryou” dan dewa naga langit “Tenryou”. Kedua dewa naga tersebut yang menguasai air. Dari semula sudah diketahui bahwa patung utama dewi Kannon, “dewi welas asih” berasal dari Sumidagawa. Dan ada keterkaitan erat antara naga dengan air di Jepang.

Patung dewa naga emas “kinryou”, diwujudkan sebagai perempuan. Patung naga langit “Tenryou”, diwujudkan dalam bentuk laki-laki. Orang-orang zaman dahulu menyembah dewa angin, petir, dan air (hujan) agar terhindar dari bencana alam.

Begitu melewati gerbang kaminari, kita akan langsung terhubung dengan jalan utama Nakamise-dori yang ramai. Ini adalah rute resmi yang digunakan para peziarah. Ketika melalui gerbang, jangan menginjak batu persegi panjang yang terletak di sana. Batu itu dilambangkan sebagai dewa, Buddha, bahkan ada yang melambangkan batu itu seperti kepala orang tua kita sendiri.

Setiap bulan Mei, ada festival yang disebut Sanja Matsuri yang diadakan di kuil Asakusa, untuk menghindari agar lampion tidak bertabrakan dengan “mikoshi” tandu dewa, lampion dilipat ke atas.

Demikian juga untuk menghindari kerusakan di hari yang berangin dan hujan, lampion raksasa dilipat keatas. Memang agak sedikit disayangkan jika Anda datang dan lampion dalam kondisi yang tidak seharusnya, tapi kesempatan dapat melihat lampion yang dilipat keatas itu juga dapat menjadi hal yang menarik.

Di sekitar kuil terdapat toko yang menjual kaminari okoshi, sejenis kue tradisional yang terbuat dari beras. Cocok dibuat sebagai oleh-oleh karena dipercaya sebagai camilan yang memberi nasib baik.

Tidak perlu khawatir ketika datang ke Asakusa, karena di depan gerbang terdapat pos polisi dan kantor pusat pariwisata dan kebudayaan Asakusa yang dilengkapi dengan bahasa asing. Sebagai awal perjalanan Anda di Asakusa, bagaimana kalau dimulai dari Kaminarimon?

Japan Experience 7 Hari 6 Malam

Japan Experience 7 Hari 6 Malam

Japan Experience 7 Hari 6 Malam Sebagai prefektur terbesar di Jepang yang juga menjadi ibu kota dari Negeri Matahari Terbit, Tokyo menjadi salah satu destinasi favorit turis untuk merasakan pengalaman mengenakan Kimono, menikmati hidangan khas Jepang, mengunjungi beberapa taman bermain, serta melihat kuil-kuil kuno megah …

0 comments
Tokyo Mt. Fuji 6 Hari 5 Malam

Tokyo Mt. Fuji 6 Hari 5 Malam

Tokyo Mt. Fuji 6 Hari 5 Malam Sebagai prefektur terbesar di Jepang yang juga menjadi ibu kota dari Negeri Matahari Terbit, Tokyo menjadi salah satu destinasi favorit turis untuk merasakan pengalaman mengenakan Kimono, menikmati hidangan khas Jepang, mengunjungi beberapa taman bermain, serta melihat kuil-kuil kuno …

0 comments

Related Posts

WhatsApp Support
Start a Conversation
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan klik salah satu konsultan di bawah ini.